Selasa, 18 November 2014

Live Video Streaming Majelis Rasulullah

Jumat, 07 November 2014

Jadwal Habib Umar bin Hafidz

JADWAL KEDATANGAN HABIB UMAR 2014 JAKARTA, JAWA TENGAH DAN JAWA TIMUR
————————————Jakarta——————————————————
13 November 2014 tiba di Jakarta
15 November 2014
18.00 : Rauhah Syekh Abu Bakar bin Salim ba’da maghrib, Gedung Dalail Khairat, Komplek Hankam, Cidodol Kebayoran Lama, Jakarta

16 November 2014
07.00 : Haul Syekh Abu Bakar bin Salim, Gedung Dalail Khairat, Komplek Hankam, Cidodol Kebayoran Lama, Jakarta

17 November 2014
20.00 : Tabligh Akbar bersama majelis rasulullah saw, Monas pkl 20.00 WIB

———————–Jawa Tengah————————————————————-
18 November 2014
12.00 : Dzuhur di Zawiyah bertempat di Masjid Riyadh Solo.
15.00 : Ba’da Ashar Acara Pembukaan Multaqa Ulama Nasional oleh Habib Umar bin Hafidz, bertempat di Gedung Bustanul Asyiqin Solo.
Sabtu, 27 September 2014

Sejarah Disusunnya Sholawat Badar


Sejarah Disusunnya Sholawat Badar

KH Ali Mansur Siddiq terinspirasi dari sebuah Kitab yang berjudul "MANDZUMAH AHLUL BADAR ALMUSAMAH JALIYATUL KADAR FII FADOIL AHLUL BADAR" yang di susun oleh AL IMAM ASSAYID JA'FAR ALBARJANZI.


Dan sebelum menulis Syair Sholawat Badar KH Ali bermimpi didatangi manusia-manusia berjubah putih bersorban hijau 

Dan pada malam yang sama istri beliau bermimpi bertemu dengan Rosululloh ...... 
dan esok harinya KH Ali menemui Al Imam AlHabib Hadi AlHaddar Maula Banyuwangi dan menceritakan mimpinya kepada Habib Hadi dan Habib Hadi mengatakan "Bahwa orang orang yang datang di mimpimu itu adalah para Ahlul Badar"

Dari Dua mimpi yang teramat mulia di malam yang bersamaan pula dan dengan penjelasan dari seorang Arifbillah yaitu Habib Hadi AlHadar yang membuat keyakinan beliau untuk menulis Syair Ahlul Badar. 

Dan di malam Harinya Kiai Ali memulai menulis Syair Demi Syair berkenaan Ahlul badar yang di kemudian hari lebih mashur dengan nama Sholawat Badriyah

Esok harinya banyak para tetangganya dan orang orang kampung yang mengirimi bahan makan mulai dari beras, daging, sayur-mayur dan lain-lain. 

Kiai Ali merasa heran dan bertanya kepada mereka yang mengirimi bahan makanan tersebut dan jawaban mereka semua:
"pada Subuh tadi datang orang berjubah putih memberitahukan bahwa di rumah Kiai Ali akan ada Acara besar"

Merasa heran dan penuh tanda tanya itu yang terjadi dalam diri Kiai Ali dan mengherankan lagi ada orang yang tidak dikenal ikut juga mempersiapkan acara tersebut.

Di pagi-pagi sekali Rombongan AlHabib Ali bin Abdurrahman AlHabsyi dari kwitang datang kerumah Kiai Ali dan ternyata inilah jawaban atas rasa penasaran beliau, betapa senangnya KH Ali mendapat kunjungan Ulama besar yang dikagumi oleh Umat Islam Indonesia dan merupakan hal yang teristimewa kejadian tersebut terhadap Kiai Ali atas kunjungan AlHabib Ali dan Rombongannya.
Rabu, 24 September 2014

Jadwal Kegiatan Harian



JADUAL KEGIATAN HARIAN
PONDOK PESANTREN PUTRA AL-ITQON


Ket. Pengampu:
 *      =  KH. Ahmad Ayyub Nu’man HM
 **    =  Bapak Ustadz Sudiran, S.Pd.I.
 ***  =  Bapak Ustadz M. Adib Sowfan
Silahkan Download format Excel >>

Senin, 25 Agustus 2014

Merah Putih Teruslah Berkibar

Merah Putih Teruslah Berkibar

Bendera Merah Putih adalah lambang kebanggaan bangsa. Secara filosofis Merah berarti berani, putih berarti suci. Merah melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan untuk Indonesia . Merah Putih adalah warna kehidupan yang sejak ribuan tahun menjadi saripati kehidupan masyarakat Indonesia sejak ribuan tahun yang lalu. Masyarakat menggunakan gula kelapa dengan warna merah dan putih pada berbagai acara dan kedua warna ini telah menyatu dalam kehidupan masyarakat. Merah diartikan sebagai keberanian dan putih sebagai kesucian yang melambangkan semangat dan jiwa bangsa bahwa keberanian yang dilandasi oleh kesucian batin.

Ditinjau dari segi sejarah, sejak dahulu kala kedua warna merah dan putih mengandung makna yang suci. Warna merah mirip dengan warna gula Jawa /gula aren dan warna putih mirip dengan warna nasi. Kedua bahan ini adalah bahan utama dalam masakan Indonesia, terutama di pulau Jawa. Ketika Kerajaan Majapahit berjaya di Nusantara, warna panji-panji yang digunakan adalah merah dan putih (umbul-umbul abang putih).

Hal tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya rasa nasionalisme telah banyak dimiliki suku-suku di Indonesia, jauh sebelum Indonesia merdeka. Merah putih mempunyai arti dan semangat yang sama pada saat itu.

Search

Memuat...

Kunjungi Juga:

Diberdayakan oleh Blogger.

Disclaimer

Beberapa artikel adalah hasil share dari web lain.
Claim email ke: ponpesalitqon@gmail.com
_______________________________
Beberapa isi buku yang kami share, sebatas yang dipublikasikan pada books.google.co.id
Terimakasih

Google+ Followers