Senin, 31 Agustus 2015

Karomah KH. Abdurrahman Munadi dan Habib Muhammad bin Syeikh Bafaqih

Karomah KH. Abdurrahman Munadi dan Habib Muhammad bin Syeikh Bafaqih 
(Polaman desa Jati Kec. Gubug Kab. Grobogan)

KH. Abdurrohman Munadi merupakan seorang ulama besar yang banyak berjasa untuk kepentingan masyarakat bangsa dan negara. Beliau hidup sekitar tahun 1820 hingga 1901 M.

Jasa yang telah diberikan kepada masyarakat di antaranya adalah peranannya dalam pembangunan Masjid Besar Johar Kauman Semarang, yaitu saat masjid tersebut pernah disambar petir. Tokoh masyarakat lain yang juga berperan sebagai panitia dalam pembangunan masjid besar tersebut adalah yang terkenal dengan sebutan Mbah Giri yang kini makamnya berada di desa Girikusumo, Mranggen Kabupaten Demak.

Dikisahkan pada saat kedua tokoh tersebut dalam rapat pembangunan masjid pernah terjadi perbedaan pendapat yang cukup prinsip, yaitu diantaranya Mbah Giri mengusulkan jumlah tertentu sebagai anggaran yang dibutuhkan dalam pembangunan tersebut. Namun KH. Munadi berpendapat kalau di dalam pembangunan masjid tersebut jangan jumlahnya. Tapi, hendaknya dengan jumlah secukupnya.

Dan pendapat yang kedua ini merupakan pendapat yang diterima oleh forum peserta rapat panitia. 

Dalam perjalanan pulang KH. Abdurrohman Munadi konon mengalami keganjilan yang cukup unik, yang mana perjalanan pulang dari Polaman (Grobogan) beliau tempuh dengan berjalan kaki.
Uniknya, perjalanan di siang bolong di bawah terik sinar matahari tersebut tiba-tiba terjadi kilat disertai dengan petir yang menyambar-nyambar. Dalam suasana begitu KH. Abdurrohman Munadi tiba-tiba terlempar sampai di pematang sawah. Hal itu dikarenakan tersambar petir yang terjadi di siang bolong tersebut.

“Innalillahi wainna illaihi rojiun”, orang tua kok disambar petir”, kata KH. Abdurrohman Munadi mengomentari kejadian aneh yang menimpa dirinya.
Sabtu, 29 Agustus 2015

MAKNA DIBALIK JAJANAN ATAU MAKANAN PADA SELAMETAN

MAKNA DIBALIK JAJANAN ATAU MAKANAN PADA SELAMETAN

Pada sebagian acara selamatan untuk wilujengan anak yang lahir dan untuk pernikahan pengantin, kadang menggunakan nasi tumpeng yang disebut dengan “nasi uduk”.

Nasi uduk sebenarnya adalah “nasi wudhu”, karena selama memasak nasi tersebut, mereka yang memasak selalu dalam keadaan berwudhu atau selalu dalam keadaan suci.

Semua ubarampe wilujengan tersebut, sebelum dipersembahkan untuk orang banyak, diujubkan (sebenarnya diijabkan) terlebih dahulu.

Ujub merupakan tradisi dalam bentuk ijab, penyerahan acara ritual kepada orang yang ditunjuk, yang biasanya sesepuh atau ulama setempat. Dalam ujub tersebut, dikemukakan maksud dan tujuan diadakannya selamatan, serta untuk siapa selamatan tersebut diadakan.

Kemudian setelah orang yang ditunjuk tersebut memberikan jawaban, ia memulai acara dengan mengatakan tujuan dan maksud pelaksanaan acara sebagaimana ujub dari orang yang punya niat. Barulah ritual dilaksanakan. Karena kemudian ritual tersebut berasimilasi dengan tradisi Islam, maka 
dalam ritual selamatan muslim Jawa biasanya disertai dengan berbagai pembacaan ayat-ayat al-Qur’an, dzikir, wirid, pembacaan kitab-kitab maulid atau manaqib, dan diakhiri dengan doa khusus yang terkait dengan tujuan ritual tersebut.
Sebagian ubarampe pelengkap ritual dalam tradisi Jawa adalah pisang satu sisir atau dua sisir. Pisangnya bisa pisang raja, baik raja biasa dan raja pulut. Hanya kalau pisang raja sedang sulit dicari, maka sebagai penggantinya bisa pisang apa saja, tentu dengan skala prioritas tertentu.

Pemakaian pisang raja ini memiliki maksud sebagai simbol dari permohonan terkabulnya doa ambeg adilparamarta berbudi bawa leksana, atau menjadi orang yang berwatak adil, berbudi luhur, dan tepat janji.

Peminum itu, ternyata Ia Ahli Surga

Peminum itu, ternyata Ia Ahli Surga

Ibrahim bin Adham suatu ketika sedang berjalan di tepi pantai. Tanpa sengaja, matanya melirik sepasang manusia berduaan dengan begitu mesranya. Terlintas di benak sufi ini bahwa sepasang kekasih itu sedang dimabuk cinta. Bukan hanya mabuk cinta, ternyata mereka juga sedang mabuk dalam arti yang sesungguhnya. Terlihat di sekeliling mereka beberapa botol minuman berseliweran, terdapat bekas botol yang baru saja selesai dikosongkan isinya. Beberapa saat, Ibrahim bin Adham terkesima dengan pemandangan yang dia lihat sambil menggeleng-gelengkan kepala. Ia berpikir betapa musykilnya sepasang manusia ini, bermaksiat sedemikian mudahnya, seakan tak ada dosanya.

Tiba-tiba dalam jarak beberapa meter di depan mereka, gelombang laut mengganas menerjang pinggiran pantai. Menghanyutkan sesiapa yang berdekatan, tak pandang bulu. Beberapa orang berusaha berdiri, berenang, dan berlari menjauh ke arah daratan. Sebagian mereka bisa melepaskan diri dari terjangan ombak. Namun nahas, lima lelaki tak kuasa diseret gelombang. Seketika, lelaki mabuk yang sedang bermesraan di pinggir pantai itu berlarian menuju ke arah lima orang yang hanyut. Ia berusaha menarik satu-persatu lelaki yang hampir terbawa arus. Ibrahim bin Adham yang melihat kejadian itu hanya bisa tercengang, berdiri mematung di tempatnya. Antara tercengang dengan kejadian yang terjadi begitu cepat di depan matanya dan juga tidak bisa berenang.

Sementara si lelaki ini begitu cekatan berlari dan berenang. Tak membutuhkan waktu lama, si pemuda mabuk tadi berhasil menyelamatkan empat orang. Kemudian ia kembali. Namun bukannya kembali ke perempuan yang tadi sempat ditinggalkan sejenak, lelaki ini justru menuju ke arah Ibrahim bin Adham. Belum terjawab kebingungan Ibrahim bin Adham, tiba-tiba saja, ia mengucapkan beberapa kalimat, padahal Ibrahim bin Adham tidak bertanya sepatah katapun.

“Tadi itu aku hanya bisa menyelamatkan empat nyawa, sementara kau seharusnya menyelamatkan sisa satu nyawa yang tidak bisa aku selamatkan.”
Senin, 10 Agustus 2015

Selamat dan Dukungan Sepenuhnya atas Terpilihnya Pengurus Besar NU


Info Haul Habib Masyhur Kendal

HADIRILAH.......
HAUL HABIB MASYHUR BIN MUHAMMAD BIN THOHA AL MUNAWWAR

Insya Allah hadir bersama:
- HABIB FARID BIN MASYHUR AL MUNAWWAR
- HABIB FAUZI BIN MASYHUR AL MUNAWWAR
- HABIB FIRDAUS BIN MASYHUR AL MUNAWWAR
- PARA HABAIB & KYAI KAB. KENDAL
- TIM SAFARI MAULID AL MUQORROBIN KENDAL
- MAJLIS TALIM ASWAJA AL-MUQORROBIN

BESOK:AHAD,23 AGUSTUS,2015
PKL:08:00 PAGI
TEMPAT:MAKAM KELUARGA JL.JETIS KOTA KENDAL

Search

Memuat...
Diberdayakan oleh Blogger.

Disclaimer

Beberapa artikel adalah hasil share dari web lain.
Claim email ke: ponpesalitqon@gmail.com
_______________________________
Beberapa isi buku yang kami share, sebatas yang dipublikasikan pada books.google.co.id
Terimakasih

Google+ Followers