Sabtu, 27 September 2014

Sejarah Disusunnya Sholawat Badar


Sejarah Disusunnya Sholawat Badar

KH Ali Mansur Siddiq terinspirasi dari sebuah Kitab yang berjudul "MANDZUMAH AHLUL BADAR ALMUSAMAH JALIYATUL KADAR FII FADOIL AHLUL BADAR" yang di susun oleh AL IMAM ASSAYID JA'FAR ALBARJANZI.


Dan sebelum menulis Syair Sholawat Badar KH Ali bermimpi didatangi manusia-manusia berjubah putih bersorban hijau 

Dan pada malam yang sama istri beliau bermimpi bertemu dengan Rosululloh ...... 
dan esok harinya KH Ali menemui Al Imam AlHabib Hadi AlHaddar Maula Banyuwangi dan menceritakan mimpinya kepada Habib Hadi dan Habib Hadi mengatakan "Bahwa orang orang yang datang di mimpimu itu adalah para Ahlul Badar"

Dari Dua mimpi yang teramat mulia di malam yang bersamaan pula dan dengan penjelasan dari seorang Arifbillah yaitu Habib Hadi AlHadar yang membuat keyakinan beliau untuk menulis Syair Ahlul Badar. 

Dan di malam Harinya Kiai Ali memulai menulis Syair Demi Syair berkenaan Ahlul badar yang di kemudian hari lebih mashur dengan nama Sholawat Badriyah

Esok harinya banyak para tetangganya dan orang orang kampung yang mengirimi bahan makan mulai dari beras, daging, sayur-mayur dan lain-lain. 

Kiai Ali merasa heran dan bertanya kepada mereka yang mengirimi bahan makanan tersebut dan jawaban mereka semua:
"pada Subuh tadi datang orang berjubah putih memberitahukan bahwa di rumah Kiai Ali akan ada Acara besar"

Merasa heran dan penuh tanda tanya itu yang terjadi dalam diri Kiai Ali dan mengherankan lagi ada orang yang tidak dikenal ikut juga mempersiapkan acara tersebut.

Di pagi-pagi sekali Rombongan AlHabib Ali bin Abdurrahman AlHabsyi dari kwitang datang kerumah Kiai Ali dan ternyata inilah jawaban atas rasa penasaran beliau, betapa senangnya KH Ali mendapat kunjungan Ulama besar yang dikagumi oleh Umat Islam Indonesia dan merupakan hal yang teristimewa kejadian tersebut terhadap Kiai Ali atas kunjungan AlHabib Ali dan Rombongannya.
Rabu, 24 September 2014

Jadwal Kegiatan Harian



JADUAL KEGIATAN HARIAN
PONDOK PESANTREN PUTRA AL-ITQON


Ket. Pengampu:
 *      =  KH. Ahmad Ayyub Nu’man HM
 **    =  Bapak Ustadz Sudiran, S.Pd.I.
 ***  =  Bapak Ustadz M. Adib Sowfan
Silahkan Download format Excel >>

Senin, 25 Agustus 2014

Merah Putih Teruslah Berkibar

Merah Putih Teruslah Berkibar

Bendera Merah Putih adalah lambang kebanggaan bangsa. Secara filosofis Merah berarti berani, putih berarti suci. Merah melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan untuk Indonesia . Merah Putih adalah warna kehidupan yang sejak ribuan tahun menjadi saripati kehidupan masyarakat Indonesia sejak ribuan tahun yang lalu. Masyarakat menggunakan gula kelapa dengan warna merah dan putih pada berbagai acara dan kedua warna ini telah menyatu dalam kehidupan masyarakat. Merah diartikan sebagai keberanian dan putih sebagai kesucian yang melambangkan semangat dan jiwa bangsa bahwa keberanian yang dilandasi oleh kesucian batin.

Ditinjau dari segi sejarah, sejak dahulu kala kedua warna merah dan putih mengandung makna yang suci. Warna merah mirip dengan warna gula Jawa /gula aren dan warna putih mirip dengan warna nasi. Kedua bahan ini adalah bahan utama dalam masakan Indonesia, terutama di pulau Jawa. Ketika Kerajaan Majapahit berjaya di Nusantara, warna panji-panji yang digunakan adalah merah dan putih (umbul-umbul abang putih).

Hal tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya rasa nasionalisme telah banyak dimiliki suku-suku di Indonesia, jauh sebelum Indonesia merdeka. Merah putih mempunyai arti dan semangat yang sama pada saat itu.

NKRI Harga Mati

SEJARAH NKRI

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lahir melalui sejarah dan perjuangan yang panjang. Negara yang diproklamasikan tanggai 17 Agustus 1945 ini telah ada dan dikenal bangsa-bangsa lain jauh sebelum Indonesia merdeka. Sejarah kelahiran dan perkembangan NKRI dari masa ke masa, perlu dipahami oleh generasi muda agar tumbuh rasa cinta dan bangga terhadap NKRI. Pada suatu saat nanti diharapkan tumbuh kesadaran untuk menjaga dan mempertahankan NKRI sebagai salah satu pilar kebangsaan Indonesia.

1.    Bagaimana peran George Samuel Windsor Earl dalam sejarah munculnya nama "Indonesia" pertama kali?

Nama Indonesia muncul dalam dunia ilmu pengetahuan pada sebuah tulisan ilmiah dari seorang warga Inggris bernama George Samuel Windsor Earl seorang ahli etnologi yang meneliti bangsa yang berada di kepulauan nusantara. Ia menyebut bangsa yang tinggal di kepulauan tersebut dengan nama Indu-nesian dan Melayunesians pada tulisannya yang ia buat tahun 1835 hingga 1850, tetapi Earl tidak menyebut nama kepulauan itu dengan dua istilah tersebut.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Wejangan Maulana al-Habib Muhammad Luthfi bin Yahya

Wejangan Maulana al-Habib Muhammad Luthfi bin Yahya

________________________
NKRI harga mati!
slogan "Membangun Negara Islam" itu ilusi
Musuh utama kita adalah kemiskinan, kebodohan, fanatisme dan lemahnya keyakinan. Bukan 'non muslim'
________________________

Jihad saat ini bukan dengan mengangkat pedang atau senapan. Jihad di jaman ini adalah jihad ekonomi, pedang ekonomi, dan pendidikan.

Musuh utama kita adalah kemiskinan, kebodohan, fanatisme dan lemahnya keyakinan. Bukan 'non muslim', dan Itu semua menjadi sebab tumbuh terorisme.

Ayat-ayat tentang qital(perang) seluruhnya bersifat depensif; mempertahankan diri baik dari serangan nyata baik potensi yang membahayakan.

Tidak ada dalam sejarahnya Rasulullah Saw membunuh non muslim apalagi muslim. Rasul menjaga hak hidup bangsa-bangsa, non muslim sekalipun.
Minggu, 29 Juni 2014

Pengajian di Bulan Ramadlan 1435 H


Semarakkan Bulan Suci ini dengan Kajian Kitab-Kitab Penuh Kemanfaatan

Ayo ... Kita ikuti Pengajian Kitab atau Balagh Ramadlan 1435 H di PP. Al-Itqon Patebon Kendal


أدب الدنيا والدين
 لأبو الحسن الماوردي الشافعي قمة الروعة في العمق الفلسفي لمناحي الحياة 

Kitab: "Adabud Dunya wad Din"
Oleh: KH. Ahmad Ayub Nu'man HM.
(Pengasuh PP. Alitqon Patebon Kendal)

Waktu: Selepas Sholat Taroweh
Sabtu, 28 Juni 2014

Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya: hanya ada satu kata; ikuti

Kalam Mulia: Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya

Untuk mengawali puasa Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri saya selalu menganjurkan agar kita semua mengikuti keputusan pemerintah berdasarkan sidang isbat. 

Kita boleh berdebat mana yang lebih absah, dan mana yang lebih akurat antara metode ru'yah dan hisab, tapi setelah pemerintah mengambil keputusan, hanya ada satu kata; ikuti. 

Kekompakan umat dalam mengikuti dan menghormati keputusan pemerintah akan semakin mengokohkan ke-Indonesiaan kita. 
Rabu, 25 Juni 2014

Jadwal Imsakiyah Ramadlan 2014

Jadwal Imsakiyah Ramadlan 1435 H / 2014 M
Untuk Wilayah Kendal, Jawa Tengah


Jadwal tersebut kami ambil dari http://rukyatulhilal.org/
Silahkan Download disini  >>>
Minggu, 22 Juni 2014

Karomah Abuya Al-Maliki

Karomah Abuya Al-Maliki

Dan daripada karomah Abuya Al Imam As Sayyid Muhammad Al Maliki, banyak murid dan pecinta beliau yang bermimpi Rasulullah ternyata melihat sosok Rasulullah nyaris sama dengan sosok Abuya Al Maliki. Inilah bukti nyata adanya I’tina’ khasshah (perhatian khusus) dari Rasulullah SAW untuk beliau.

Seperti di kisahkan oleh salah satu murid beliau yang baru datang dari Indonesia. Murid baru itu dengan teman-temannya di tempatkan di ‘Utaibiyyah, Makkah. Setelah satu bulan mereka di pindah oleh Abuya ke Madinah.

Ketika tiba di kota Madinah, sebelum berziarah kepada Rasulullah, mereka menempati syuqqah Babul ‘awali hingga esok hari. Di malam hari, murid yang baru itu bermimpi. Dalam mimpinya dia bersama teman-temannya pergi berziarah ke makam Rasulullah SAW.

Sesampainya di depan makam, ternyata sudah banyak orang-orang yang menanti dan mengitari makam tersebut, seakan-akan mereka menunggu seseorang yang akan keluar dari dalam makam. Murid itu pun ikut serta bergerombol bersama mereka, tiba-tiba dari arah belakang terjadi keributan kecil, dan orang-orang semua melongokkan kepala untuk menyaksikan apa yang terjadi.

Ternyata di sana telah berdiri seseorang yang sosoknya nyaris sama dengan Abuya, As Sayyid Muhammad bin Alwi Almaliki, sosok itu dikitari kerumunan orang, yang berteriak-teriak ramah lantaran memanggil-manggil, “Rasulullah…Rasulullah…Rasulullah…”, entah mengapa, seketika itu juga si murid meyakini bahwa yang datang tiada lain adalah perawakan Abuya, dengan segala bentuk pakaian yang biasa melekat pada diri Abuya. Secara spontan pula murid itu mendekati dan merangkul Rasulullah SAW.
Jumat, 20 Juni 2014

Karomah dan Istiqomah

Sesuatu yang paling berbahaya bagi seorang murid adalah keinginan mencari kasyaf, karomah dan hal-hal yang luar biasa.

Sedangkan hal-hal seperti itu tidak akan muncul pada diri seseorang, Selama ia masih menginginkan hal tersebut tampak pada dirinya.

Karena biasanya semua itu tidak akan tampak kecuali pada orang-orang yang membenci dan tidak menginginkannya.

Tetapi kadang-kadang muncul pada kelompok orang-orang yang tertipu sebagai istidraj atas mereka dan ujian bagi orang-orang yang lemak imannya.
Dan sebenarnya itu adalah penghinaan bagi mereka dan bukan sebagai karomah.

Sedangkan karomah terjadi padi orang-orang yang selalu beristiqamah.

Jika Allah memberimu sebagian dari karomah, wahai para murid ...., maka bersyukurlah kepada-Nya Yang Maha Suci.

Dan janganlah engkau berhenti atau merasa tenang dengan kejadian luar biasa yang tempak pada dirimu.
Rahasiakanlah dan janganlah kau ceritakan kepada orang lain.

Search

Memuat...

Kunjungi Juga:

Diberdayakan oleh Blogger.

Disclaimer

Beberapa artikel adalah hasil share dari web lain.
Claim email ke: ponpesalitqon@gmail.com
_______________________________
Beberapa isi buku yang kami share, sebatas yang dipublikasikan pada books.google.co.id
Terimakasih

Google+ Followers